Friday, 14 November 2014

Bahasa Indonesia Kalimat Majemuk



Haii haiii kembali lagi dengan admin heeheee kali ini admin akan bagi bagi ilmu tentang Kalimat Majemuk dalam bahasa Indonesia , tentu sebagai masyarakat Indonesia yang baik kita harus mencintai bahasa kita sendiri , dan salah satu cara mencintai bahasa kita adalah dengan mempelajarinya karena admin cinta Indonesia dan mau menularkan kepada pembaca semua hehehe jadi materi Bahasa Indonesia kali ini adalah Kalimat majemuk bertingkat apa sih kalimat majemuk bertingkat itu ? Apa saja kah macam nya ??? Ini dia Jawabannyaaaa :
  
Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang hubungan antara unsur- unsurnya tidak sederajat. Salah satunya ada yang menduduki induk kalimat, sedangkan unsur yang lain sebagai anak kalimat. Jenis-jenis kalimat majemuk bertingkat, antara lain sebagai berikut.

1. Kalimat majemuk hubungan waktu, ditandai oleh konjungsi sejak, sewaktu, ketika, setelah, sampai, manakala, dan sebagainya.
Contoh:
a. Sejak ayah berangkat, dia belum datang lagi ke sini.
b. Hampir semua penumpang tertidur manakala bus sampai di Kota Bandung.
c. Ia baru kembali ke desa setelah biaya untuk melanjutkan sekolah tidak ada.

2. Kalimat majemuk hubungan syarat, ditandai oleh konjungsi jika, seandainya, andaikan, asalkan, apabila.
Contoh:
a. Jika aku lulus nanti, orang tuaku membelikan sepeda motor.
b. Kami akan segera pulang, seandainya kakak tidak datang hari ini.
c. Hatiku bertambah ciut apabila aku teringat bahwa aku yang tertua.

3. Kalimat majemuk hubungan tujuan, ditandai oleh konjungsi agar, supaya, biar.
Contoh:
a. Saya sengaja meninggalkan rumah agar adik-adik kami bisa mandiri.
b. Nenekku menceritakan keinginannya supaya aku memiliki kelebihan di bidang agama dari cucu-cucunya yang lain.
c. Saya bekerja sampai malam biar anak saya dapat melanjutkan sekolahnya.

4. Kalimat majemuk hubungan konsesip, ditandai oleh konjungsi walaupun, meskipun, biarpun, kendatipun, sungguhpun.
Contoh:
a. Walaupun hatinya sangat sedih, dia tidak pernah menangis di hadapanku.
b. Perjuangan berjalan terus, kendatipun musuh telah menduduki semua kota besar.
c. Siapa pun yang minta, Pak Darmawan selalu bersedia memberikan sumbangan.

5. Kalimat majemuk hubungan perbandingan, ditandai oleh kata penghubung daripada, ibarat, seperti, bagaikan, laksana, sebagaimana, alih-alih.

Contoh:
a. Daripada menganggur, lebih baik kamu mengolah kebun orang tuamu saja.
b. Pak Bahrum menyayangi semua kemenakannya seperti dia menyayangi anak kandungnya.

6. Kalimat majemuk hubungan
penyebaban, ditandai oleh kata penghubung sebab, karena, oleh karena.
Contoh:
a. Pekerjaan di perusahaan itu saya lepaskan, sebab saya sudah memutuskan untuk kuliah kembali.
b. Karena tiga hari tidak masuk sekolah, Andi mendapat peringatan keras dari kepala sekolahnya.

7. Kalimat majemuk hubungan akibat, ditandai oleh kata penghubung sehingga, sampai-sampai, maka.
Contoh:
a. Ia terlalu bekerja keras sehingga jatuh sakit.
b. Penjelasan diberikan seminggu sekali, sehingga anak-anak dapat mengerjakan tugas-tugas mereka dengan teratur.

8. Kalimat majemuk hubungan cara, ditandai oleh kata penghubung dengan.
Contoh:
a. Dengan cara menggendongnya, anak itu ia bawa ke rumah orang tuanya.
b. Dengan alat seadanya, ia berusaha memperbaiki sepeda yang rusak itu.

9. Kalimat majemuk hubungan sangkalan, ditandai oleh konjungsi seolah-olah, seakan-akan.
Contoh:
a. Keadaan di dalam kota kelihatan tenang, seolah-olah tidak ada suatu apapun yang terjadi.
b. Dia diam saja seakan-akan dia tidak mengetahui persoalan yang terjadi.

10. Kalimat majemuk hubungan kenyataan, ditandai oleh konjungsi padahal, sedangkan.
Contoh:
a. Pura-pura tidak tahu, padahal dia tahu banyak.
b. Para tamu sudah siap, sedangkan kita belum siap.

11. Kalimat majemuk hubungan hasil, ditandai oleh konjungsi makanya. Contoh:
a. Tempat ini licin, makanya kamu jatuh.
b. Yang datang berwajah seram, makanya saya lari ketakutan.

12. Kalimat majemuk hubungan penjelasan, ditandai oleh kata penghubung bahwa, yaitu.
Contoh:
a. Berkas riwayat hidupnya menunjukkan bahwa dia adalah seorang pelajar teladan.
b. Kebun itu telah dibersihkan ayah, yaitu dengan menangkas dan menebang belukar yang tumbuh di sekitarnya.

13. Kalimat majemuk hubungan atributif, ditandai oleh konjungsi yang. 
Contoh:
a. Pamannya yang tinggal di Bogor itu, sedang dirawat di rumah sakit.


b. Istrinya yang datang bersama dia itu, seorang insinyur

Heheheee gimana ? sudah paham mengenai Kalimat Majemuk Bertingkat kaaan , sekian Post hari ini semoga bermanfaat . Selalu ikuti blog ini yaaaa :3

Tuesday, 2 September 2014

PEMBERONTAKAN PKI DI MADIUN

              


           Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan pahlawannya kali ini mimin akan membahas tentang sejarah yaitu tentang pemberontakan PKI di madiun , kita lihat saja info lengkapnya :

  PEMBERONTAKAN PKI DI MADIUN


I.   Latar Belakang

Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 bukan menjadi jaminan bahwa rakyat dapat mendapat kemerdekaan seutuhnya seperti yang dijanjikan dalam Pembukaan UUD 1945 Banyak permasalahan yang timbul pasca proklamasi, baik dibidang ekonomi, sosial, politik, pertahanan dan keamanan, dan lain sebagainya. Di bidang ekonomi, pemerintah masih belum dapat melakukan pembenahan yang cukup signifikan secara menyeluruh. Salah satu peristiwa yang trekenal adalah Madiun Affair.
Kemerdekaan Indonesia yang baru berjalan selama tiga tahun, pada tanggal, 18 September 1948, sudah dikacaukan oleh pemberontakan yang di lakukan oleh kelompok Partai Komunis Indonesia (PKI). Kemerdekaan yang seharusnya diisi oleh pembangunan bangsa, justru dikacaukan oleh sekelompok orang yang tidak memahami arti kemerdekaan. Kepentingan pribadi dan kelompok lebih diutamakan daripada kepentingan nasional. Paham komunisme tumbuh pada jiwa orang-orang PKI, sedangkan rakyat, khususnya buruh dan tani, tidak paham berpolitik. Mereka mengikuti aktivis PKI hanya karena ikut-ikutan, dan bukan karena pemahaman yang baik mengenai komunisme.
Peristiwa ini diawali dengan persetujuan perjanjian Renville, dimana ini Indonesia berada dalam posisi yang sangat dirugikan, kerugian pertama meliputi penyempitan wilayah Indonesia dan semakin memperlemah posisi Indonesia karena terkurung oleh Belanda. Kerugian kedua adalah Perekonomian Indonesia semakin lemah karena diblokade oleh Belanda, Kerugian ketiga adalah konflik antara Amir Syarifuddin dan kelompok kontra hasil perjanjian Renville Yang didominasi oleh Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Masyumi. Selanjutnya akhirnya Amir Syarifuddin lengser pada bulan Januari 1948, tidak lama setelah perjanjian Renville. Kejatuhan Amir Syarifuddin disikapi dengan nada kecewa oleh Muso. Ia beranggapan adalah suatu kesalahan bagi Amir Syarifuddin dengan kondisi terlepasnya kekuasaan dari tangannya. Karena untuk menciptakan negara Komunis. Pasca tergulingnya Amir Syarifudin, Mohammad Hatta ditunjuk menggantikan Amir Syarifuddin untuk membentuk kabinet. Pada pembentukan kabinet ini Hatta mengajak PNI, Masyumi dan Sayap Kiri untuk bersama-sama membentuk kabinet koalisi dengan proporsi wakil yang berimbang. Sayap Kiri tidak menolak untuk terlibat dengan kabinet koalisi Hatta, namun Sayap Kiri menginginkan posisi yang lebih stategis dan lebih dominan dengan mengajukan opsi penempatan. Amir Syarifuddin menggalang kekuatan dengan golongan sosialis lain, seperti: Partai Sosialis Indonesia (PSI), Partai Komunis Indonesia (PKI), Pemuda Sosialis Indonesia (PESINDO), Partai Buruh, menjadi kelompok perjuangan Front Demokratik Rakyat(FDR).
Front Demokrasi Rakyat (FDR) ini didukung oleh Partai Sosialis Indonesia, Pemuda Sosialis Indonesia, PKI, dan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI). Pada tanggal 11 Agustus 1948, Muso tiba dari Moskow. Semenjak kedatangan Muso bersatulah kekuatan PKI dan FDR dibawah pimpinan Muso dan Amir Syarifuddin.
II.                Kronologis peristiwa penumpasan PKI di Madiun oleh Pasukan Mobil Brigade

Pada tangal 18 September 1948 keadaan Madiun kacau, Kapolwil Madiun KP. I R. Soenaryo Tirtodiprojo, pukul 06.45 sudah berada di kantor. Beliau mengatakan kepada Dan Jaga AP. I Tukiman bahwa saya akan ke Korem untuk mendesak Danrem Letkol Sumantri agar secepatnya mengerahkan anak buahnya untuk membantu. Setelah ditemui ternyata bukan Danrem tetapi orang tidak dikenal, karena Danrem Letkol Sumantri sudah ditangkap PKI di rumahnya.dalam pertemuan tersebut akhirnya Kapolwil Madiun KP. I Soenaryo ditangkap dan ditahan di PG. Rejo Agung Madiun. Sementara itu di tempat lain di asrama Mobrig Kletak telah terjadi pengepungan oleh PKI. Pada saat itu Danki IP. I R. Soeparto dengan kekuatan 1 peleton mempertahankan markas kletak sehingga terjadi pertempuran, karena kekuatan tidak seimbang dan peluru sudah habis maka akhirnya asrama kletak dikuasai PKI. Senjata kemudian dimasukkan ke sumur dan untuk mengelabui lawan IP. I Soeparto menggunakan pakaian anggota namun semuanya dibawa di PG. Rejo Agung.

Pada tanggal 25 September 1948 malam hari Kapolwil Madiun KP. I R Soenaryo, mantan Kapolwil Madiun KP. II Subiyanto, Kapolresta Madiun KP. II
Sudarman, Kabag Pam IP. I Danu, Kabag Intel IP. I Suparbak, Wakil Komandan MBK Madiun IP. II Subarjo, AIP I Gunung Ismail ditangkap dan ditahan PKI di PG. Rejo Agung. Dalam peristiwa PKI Madiun ada 94 anggota Polisi yang ditahan di Gorang-gareng tepatnya di PG. Rejosari, namun tinggal 14 orang yang hidup (saksi hidup IP. I     Suwarjan ). Kapolsek IP. II Duryat dan Kapolres Madiun IP. I R. Ismiyati dibunuh dan dimasukkan ke dalam sumur bersama ke 14 orang tersebut.

Pada Tanggal 25 s/d 27 September 1948 dalam perjalanan dari Nganjuk menuju Madiun tepatnya pukul 14.00 terjadi penghadangan oleh PKI di desa Awar-awar, 2 anggota Yon Mobrig dari MBK Surabaya  dipimpin IP. II Kusnadi terkena tusukan bambu runcing. Pada saat di Caruban terjadi pertempuran sengit selama 6 jam. Mobrig berhasil menguasai Caruban namun dalam pertempuran tersebut gugur anggota Mobrig yaitu KP. BD. Matali, AP. II Markaban, AP. I Muryanto.

Pada tanggal 31 September 1948 pukul 14.00 Dan Mobrig mendapat perintah untuk menyerbu Madiun. Pukul 17.00 Madiun dapat dikuasai sepenuhnya termasuk berhasil menyelamatkan Danki Madiun IP. I R. Soeparto. Kemudian PKI lari ke arah Ponorogo. Tepat hari Jum’at Wage tanggal 8 Oktober 1948 pukul 03.00 PKI menyerang Ponorogo, akan tetapi pada pukul 17.00 PKI meninggalkan Ponorogo sehingga Ponorogo dapat dipertahankan. Setelah sampai di desa Balong pasukan Mobrig diaplos oleh pasukan Siliwangi yang selanjutnya pasukan Mobrig ditarik ke Madiun. Pada pukul 20.00 Muso lewat di depan Balai pengobatan Balong. Karena gerak geriknya mencurigakan maka ia diminta berhenti dan diperiksa Agen Polisi Rejo dan Suwarno, barang bawaan yang dibungkus dengan sarung digeledah Suwarno dan Agen Polisi Rejo menanyakan surat-surat, akan tetapi belum selesai membaca surat, tiba-tiba Muso merebut sarung dari tangan Suwarno dan mengambil Pistol selanjutnya menembak AP. Rejo. AP. Rejo tertembak mulutnya sehingga Muso melarikan diri. Teriakan Suwarno didengar massa dan dari arah berlawanan tiba-tiba muncul kendaraan dari Tentara Siliwangi. Atas petunjuk massa, tentara mengejar Muso dan terjadilah kontak tembak yang mengakibatkan Muso tertembak di dekat sumur H. Suhud di Desa Semanding Kec. Balong Kab. Ponorogo. Sementara itu pada saat terjepit rombongan PKI dipimpin Amir Syarifudin lari menuju ke arah utara melintasi Jl. Raya Ngawi Solo. Pada saat itu mereka berpapasan dan akhirnya mencegat Ketua DPA R.M. Soerjo yang juga mantan Gubernur Jatim, Kepala Penilik Kepolisian Jatim Kombes Pol. M. Duryat, Kapolwil Bojonegoro R. Suroko yang pada saat itu perjalanan pulang dari Yogjakarta. Para pejabat tersebut akhirnya ditangkap dan disiksa secara sadis di Dukuh Bogo Desa Palang Lor Kec. Kedung Galar Kabupaten Ngawi. Namun pada akhirnya PKI dapat ditumpas seluruhnya oleh perjuangan rakyat Indonesia.

III.             Tujuan
Tujuan dari pemberontakan PKI Madiun adalah :
1. Mendirikan Negara Republik Soviet Indonesia yang berhaluan Komunis
2. Menghancurkan dan menggulingkan kebinet Hatta


IV.              Tokoh yang terlibat :
Tokoh Tokoh yang terlibat dalam PKI :
1.      Musso (Tokoh utama dan Pemimpin pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 )
2.       Amir Syarifuddin (Pemimpin FDR)
3.      Kolonel Dahlan (Pemimpin Brigade 29 )

Tokoh tokoh yang ditugaskan dalam penumpasan PKI di madiun :

1.  Tentara dari Jawa Tengah dipimpin oleh Kolonel Gatot Subroto.
2.  Tentara dari Jawa Timur dipimpin oleh Kolonel Sungkono.
3.  Mobil Brigade Karesidenan Surabaya.
4.  Mobil Brigade Besar Jawa Tengah.
5.  Mobil Brigade Besar Jawa Timur dipimpin oleh KP. I M. Yasin.

Para pimpinan Mobrig dalam penumpasan PKI Madiun :                     

1.  KP. I M Yasin                                  :        Pimpinan Operasi
2.  KP. II Soetjipto Joedodiharjo            :        Pengendali Operasi
3.  IP. I Soetjipto Danoekusumo            :        Komandan Operasi
4.  PIP. I Imam Bachri                          :        Komandan Batalyon
5.  PIP. I Abdul Rahman                       :        Wakil Komandan Batalyon

Para Komandan Kompi Mobrig :

1.  PIP. II Sutopo                                :        MBK Surabaya
2.  PIP. II Yusuf Jayengrono                 :        MBK Surabaya
3.  PIP. II Kusnadi                               :        MBK Surabaya
4.  PIP. II Sukadi                                 :        MBB Jawa Timur
5.  PIP. II Wirato                                 :        MBB Jawa Timur


V.                 Aksi aksi yang dilakukan PKI
Pemberontakan PKI di Madiun berawal dari upaya FDR untuk menjatuhkan Kabinet Hatta. Kegiatan FDR mendapat dukungan dari PKI yang dipimpin oleh Musso. Aksi-ksi yang dilakukan oleh PKI beserta ormas-ormasnya antara lain:
1.    Melancarkan propaganda anti pemerintah
2.    Mengadakan aksi mogok kerja
3.    Melakukan pembunuhan-pembunuhan, korbannya antara lain Kolonel Sutarto dan Dr. Moewardi.
Pada tanggal 18 September 1948, FDR dan PKI memproklamasikan berdirinya Negara Soviet Republik Indonesia di kota Madiun.

VI.              Penumpasan Pemberontakan PKI di Madiun
Sejak kedatangan Muso dari Moskow teror semakin meningkat, bahkan kesatuan-kesatuan Tentara Nasional Indonesia saling diadu. Hal ini sesuai dengan anjuran Muso melalui Partai Komunis Indonesia. Pada tanggal 18 September 1948 PKI merebut kota Madiun dan memproklamasikan berdirinya negara Republik Soviet Indonesia, bahkan keesokan harinya diumumkan pembentukan pemerintahan baru. Peristiwa ini dikenal dengan Pemberontakan PKI di Madiun.
Untuk mengatasi pemberontakan PKI tersebut, Pemerintah RI bertindak cepat. Propinsi Jawa Timur dijadikan sebagai daerah istimewa dan Kolonel Sungkono, saat ini dikenal sebagai Mayjend Sungkono, diangkat menjadi Gubernur Militer. Karena Panglima Besar Jenderal Sudirman sedang sakit, maka pimpinan operasi penumpasan diserahkan kepada Kolonel A.H. Nasution yang menjabat sebagai Panglima Markas Besar Komando Jawa.
Walaupun menghadapi kesulitan, seluruh kekuatan pemberontak akhirnya dapat ditumpas. Pada waktu itu sebagian besar anggota TNI terikat menjaga garis demarkasi menghadapi Belanda dengan menggunakan dua brigade kesatuan cadangan umum Divisi III Siliwangi. Penumpasan pemberontakan PKI juga dibantu Brigade Surachman dari Jawa Timur serta kesatuan lain yang setia kepada Republik. Dalam penumpasan tersebut, Muso ditembak mati dan Amir Syarifuddin dijatuhi hukuman mati
VII.           Dampak dari Pemberontakan PKI di Madiun

a.       Dampak Negatif

Pemberontakan PKI telah ikut melemahkan kekuatan pertahanan pasukan Republik Indonesia yang tengah menghadapi Agresi Militer Belanda

b.      Dampak Positif

Amerika Serikat tertarik untuk membantu dan membela Indonesia , karena pihak Republik bertindak tegas terhadap pemberontakan PKI . Saat itu Amerika takut pengaruh Uni Soviet akan berkembang di Indonesia



Thursday, 14 August 2014

Puisi Dalam Bahasa Inggris

 
Haiii Haiii kali ini admin akan galau galau an nihhh huhuhu akan membagikan sebuah puisi yang cocok dengan pengalaman admin waktu dulu di SMA dan mungkin ada yang senasib dengan admin senasib dalam hal apa yaaa ? yupss jadi secret Admirer ... Heheee ini tugas puisi admin waktu di kelas X SMA wkwkwk seperti apa yaaa ini dia puisinyaaa :
 
SECRET ADMIRER
                                                   By :  X Science 8
Oh, secret admirer?
When you’re around the autumn feels like summer
How come you’re always messing up the weather?
Just like you do to me..
My Silly admirer
How come you never send me bouquet of flowers?
It’s whole lot better than disturbing my slumber
If you keep knocking at my door
Last night in my sleep
I dreamt of you riding on my counting sheep
Oh how you’re always bouncing
Oh you look so annoying. (Please!)
Dear handsome admirer
I always think that you’re a very nice fellow
But suddenly you make me feel so mellow
Every time you say: ”HELLO!”
And every time you look at me
I wish you vanish and disappear into the air
How come you keep on smiling?
Oh! You look so annoying?. (Not again!)
My secret admirer
I never thought my heart could be so yearning
Please tell me now why try to ignore me
‘Cause I do miss you so
My silly admirer (’cause I do miss you so..)
My handsome admirer (’cause I do miss you so..)
Dear secret admirer?
‘Cause I do miss you so?


Cerita Dalam Bahasa Jawa

 
Weitsss di mana tuhh cantik banget gambarnya ? di sydney ??? Di Hongkong ?? Atau di dubai ?? Hahaha jangan salah itu adalah gerbang masuk kota kudus jawa tengah. Selain terkenal dengan penghasil kretek , jenang , masjid menara kudus , gunung muria ,dan makan sunan muria di kudus sekarang juga terkenal dengan gerbang masuknya yang indahhh ... Hmmm kota kudus gimana sejarahnyaa yaaa ? kali ini mimin akan membagikan sejarah kota tempat mimin menghabiskan masa remaja ini heheh tetapi dalam bahasa jawa karena mimin orang jawa dan kalian yg ingin belajar bahasa jawa cocok nihhh . Ini dia sejarah Kota Kudus :
 
LEGENDA KOTA KUDUS
Kala rumiyin, Kudus arupi dhusun alit ing wewengkon kraton Majapahit. Salah sawijining dinten, wonten pedagang saking Cina asmanipun Sun Ging. Piyambakipun ahli ukir. Kawasisanipun sampun kawentar dumugi kraton Majapahit. Kalajeng dipuntimbali dening Sang Nata Kraton Majapahit kapurih ngukir rerenggan kraton. Kasilipun ngedap-edapi. Wusananipun, Sun Ging dipunparingi panggenan kangge ngedekaken perguruan ukir ing dhusun papan panggenanipun. Ing sakmangke, papanipun kasebat Sunggingan, tegesipun papanipun kaluarga Sun Ging. Ananging , carios sanes nyebataken bilih Sunggingan menika ateges ngukir/ nglukis. Juru sungging  ateges ahli nglukis/ ngukir. Ingkang nggadhahi menika Ling Sing pedagang saking Cina.
Sunggingan saya ngrembaka ekonominipun ngantos dumugi Kraton Islam Demak Bintoro ingkang langkung caket tinimbang Kraton Majapahit. Raden Patah minangka natanipun ngutus Syekh Jafar Shodiq, ulama ageng saking Persia kanthi ancas ngislamake Sunggingan. Syekh Jafar Shodiq kairing para santri dumugi gapura kanthi ornament Hindu warisan Majapahit. Ing gapura menika, Jafar Sodiq ngajak para warga sakkupengipun kapurih ngrasuk agami Islam. Caranipun ngajak kanthi alus. Gandheng para warga ngrasuk agami Hindu, Japar Sodiq ngasta lembu gapura kasebat. Masyarakat kepincut ndhatengi awit lembu menika minangka Dewanipun. Boten dangu, saperangan warga sampun ngrasuk agami Islam, kalebet Sun Ging/ ling Sing (sakmenika jalan Kyai Telingsing). Ing wasana, Jafar Sodiq ngedekaken masjid sakcelakipun gapura ing dhusun menika. Bangunan mesjid dipunrengga kanthi rerenggan lempengan sela cemeng (batu hitam ) saking Baitul Maqdis ing Yerussalem, Palestina. Saking nami Baitulmaqdis menika nami dados name Kudus  ingkang tegesipun suci. Saya dangu mesjid kasebat kawentar kanthi nami mesjid Kudus (mesjid ingkang karengga lempengan watu Al Kuds/ watu suci).

Kanthi wontenipun mesjid Al Kuds lan ngedekaken pesantren , saya kathah masyarakat njaban kitha ingkang nggadhahi ancas ngaji lan maneka warni pedamelan saya ngrembaka (dagang, tetanen, ngukir, lsp). Dhusun Sunggingan ingkang dipunrintis dening Ling Sing dados kitha lan pusat pesantren kawentar kanthi sebatan Kudus. Syekh Jafar Sodiq misuwur kanthi sebatan Sunan Kudus. Gapura ingkang kaginakaken syiar Islam dening Jafar Sodiq pranyata dados salah satunggaling ciri khas kitha Kudus inggih menika Menara Kudus.