Showing posts with label #Bahasa. Show all posts
Showing posts with label #Bahasa. Show all posts

Friday, 13 April 2018

Format dan Kriteria Kalimat efektif


Berbagi Ilmu -- Format dan Kriteria Kalimat Efektif 


Kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa baik ejaan maupun tanda bacanya sehingga mudah dipahami oleh pembaca atau pendengarnya. Kalimat efektif merupakan salah satu ciri - ciri penggunaan bahasa yang baik . Kalimat efektif sangatlah penting apabila kita membuat sebuah karya tulis baik itu bersifat ilmiah maupun bersifat kebahasaan . Nahh tau kah kalian bagaimana sih format kalimat efektif ? lalu apa saja sih kriteria kalimat efektif itu ? 
Nahh langsung saja kita lihat penjelasannya di bawah ini :

Format Kalimat Efektif 

Bagaimana sih format yang kita gunakan sehingga kalimat yang kita tuliskan atau kita tuliskan termasuk ke dalam kalimat efektif ? Berikut ini format kalimat efektif yang benar :

1. Singkat
 
Yang di maksud singkat disini adalah , kalimat yang kita gunakan haruslah tidak terlalu panjang atau bertele - tele dan hanya mengandung indeks indeks atau unsur yang dibutuhkan saja.

2. Padat

Salah satu format dari kalimat efektif adalah Padat , artinya adalah di dalam kalimat yang singkat dan tidak bertele - tele tersebut , haruslah tetap megandung sebuah informasi , dan tidak mengandung perulangan di dalam kalimat tersebut.

3. Jelas

Kalimat efektif haruslah jelas yaitu mengandung kejelasan struktur kalimat , baik itu S- P - O - K nya haruslah jelas dan dapat di bedakan .

4. Lengkap

Artinya adalah kalimat efektif haruslah mengandung sebuah kelengkapan struktur kalimat gramatikal.


Kriteria Kalimat Efektif

Apa saja sih yang membuat sebuah kalimat tergolong sebagai kalimat efektif ? , yuks kita lihat kriteria kriterianya di bawah ini :

1. Kesatuan Gagasan

Kesatuan atau kepaduan yang di maksud disini adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu , sehingga informasi yang disampaikan tidak terpecah - pecah atau ambigu . Ada beberapa hal yang perlu kita perhatika apabila kita ingin menciptakan kepaduan kalimat , yaitu :

  • kalimat padu tidak bertele - tele dan tidak mencerminkan cara berfikir yang simetris
  • kalimat padu menggunakan pola aspek + agen + verbal
  • kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek yang di tuju.
2. Koherensi

Koherensi adalah Suatu kalimat efektif haruslah memenuhi unsur gramatikal S , P , O , K . dan kalimat efektif haruslah mencerminkan sebuah kepaduan antara hubungan hubungan unsur gramatikal tersebut seperti contohnya hubungan S-P / P-O / dan hubungan yang lainnya .

Contoh : 

Hubungan S-P 

Itu adalah buku ( salah ) ===> Itu buku (benar)

Mengapa itu adalah buku salah ? karena hubungan antara Subjek dan Objek di kalimat tersebut adalah sangat dekat , sehingga tidak memerlukan lagi kalimat penghubung . Nahh dicontoh kalimat tersebut adalah bukan merupakan kalimat definisi sehingga tidak di perlukan di tambahkan kata adalah .

Hubungan P-O 

Hubungan antara predikat disini dapat kita ambil contoh dari kalimat transitif dan intransitif , seperti yang kita ketahui bahwa kalimat transitif adalah kalimat yang tidak membutuhkan sebuah objek . karena tidak membutuhkan sebuah objek apabila ingin di tambahkan objek di belakang predikat oleh karena itu di tambahkan kata hubung .

Contoh :

Tindakannya berbahaya bagi dirinya sendiri (Contoh kalimat transitif)

Tindakannya membahayakan dirinya sendiri (Contoh kalimat intransitif)


3. Penekanan

Penekanan disini berarti adalah kalimat efektif menonjolkan unsur unsur yang dipentingkan di dalam kalimat tersebut.

Cara melakukan penekanan ini terdapat beberapa cara , antara lain :

  • Repetisi , pengulangan hal yang di pentingkan .
  • Menggunakan pertentangan (mempertentangkan) sehingga kalimat yang merupakan unsur penting dapat di tonjolkan
  • Menggunakan partikel -lah , -kah , -tah , -pun 
  • Menggunakan urutan atau (pola) dimana kalimat yang pertama kali di tulis adalah unsur / hal yang dipentingkan .

4. Variasi

Variasi disini adalah kalimat efektif menggunakan keanekaragaman bahasa , variasi dalam kalimat dapat diperoleh dengan cara sebagai berikut :

  • variasi panjang dan pendek kalimat
  • variasi dengan mengubah posisi kalimat
  • variasi dengan penggunaan me- dan di-
  • variasi panjang pendek kalimat
  • variasi sinonim kata

5. Paralelisme (Keparalelan)

adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu . Artinya bila dalam suatu kalimat menggunakan nomina berarti seterusnya nomina.

Contoh :

Harga minyak dibekukan atau dinaikan secara luwes.

6. Penalaran

adalah bahwa ide kalimat tersebut dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku . Hubungan yang unsur kalimat harus memiliki hubungan yang logis dan masuk akal.



Terimakasih sudah membaca artikel ini semoga teman teman paham dengan Format dan Kriteria Kalimat Efektif , yang saya jelaskan di atas . Jangan lupa baca juga artikel artikel menarik lainnya .  


Tuesday, 5 December 2017

Review 4 Aplikasi Terbaik Untuk Belajar Aksara Jawa


Review 4 Aplikasi Terbaik Untuk Belajar Aksara Jawa



Selamat Pagi semuanya , lama tidak jumpa ya . Nahh kali ini admin akan membagikan review berdasarkan pengalaman admin sendiri nih tentang 4 Aplikasi Terbaik Untuk Belajar Aksara Jawa. Seperti yang kita ketahui nih , aksara jawa merupakan huruf jawa yang banyak di gunakan hingga saat ini . Aksara jawa harus kita lestarikan karena aksara jawa merupakan kekayaan bangsa Indonesia nih . Nah kemajuan teknologi saat ini mendorong terbentuknya penyesuaian bagaimana memasukan unsur kebudayaan dengan teknologi yang ada saat ini . Anak anak bangsa yang mulai kreatif dan inovatif dalam berkarya akhirnya menciptakan aplikasi aplikasi bertema kan aksara jawa agar bahasa ini lestari kembali dan mampu di terima pada saat ini . Nah apa sajakah aplikasi tersebut langsung saja yuk lihat 4 Aplikasi Terbaik Untuk Belajar Aksara Jawa :


1. Nulis Aksara Jawa 




Pengembang     : Uzan Media
Ukuran              : 1,9 MB
Diperbaharui     : 25 Oktober 2017

Nulis aksara jawa merupakan aplikasi yang menawarkan fitur untuk mengkonversi tulisan latin menjadi aksara jawa , dan konversi aksara jawa menjadi tulisan latin. Aplikasi ini membantu memudahkan kita untuk belajar menulis aksara jawa sekaligus melestarikan budaya Indonesia khususnya budaya Jawa.

Fitur - fitur dalam aplikasi ini :

- Konversi dari tulisan latin menjadi tulisan aksara Jawa.
- Konversi dari tulisan aksara Jawa menjadi tulisan latin , bebas mengetik aksara Jawa.
- Hasil konversi berupa aksara Jawa dapat di simpan sebagai gambar.

Review :

Menurut admin aplikasi ini memiliki tampilan yang sangat bagus dan responsive , penggunaan aplikasi yang mudah juga merupakan nilai plus tersendiri dalam aplikasi ini . Selain itu aplikasi ini telah di lengkapi dengan aksara murda , aksara swara , angka , dan sandangan . Sehingga menurut admin aplikasi ini merupakan aplikasi yang tepat apabila anda ingin belajar , maupun ingin mengetahui konversi aksara jawa dari sebuah kata kata. 

Link Aplikasi pada Google Play : Link Nulis Aksara Jawa 

2. Aksara Jawa



Pengembang   : Hirson
Ukuran            : 2,1 MB
Diperbarui      : 1 Mei 2017
Versi               : 1.1

Aksara Jawa merupakan aplikasi yang dapat mengkonversi Latin menjadi Aksara Jawa dan sebaliknya. Dirancang untuk dapat mengkonversi dalam satu kata maupun dalam suatu kalimat secara instan .

Aksara Jawa dalam aplikasi ini meliputi :
Aksara  Jawa dan pasangan 
Aksara Murda dan pasangan
Aksara Swara
Aksara Rekaan 
Aksara Wilangan 
Sandhangan

Aplikasi ini gratis dan sangat mudah digunakan .

Review :
Menurut saya aplikasi ini merupakan aplikasi yang tak kalah bagus nya . memiliki tampilan yang sederhana namun memiliki kinerja yang powerfull merupakan kunci dari aplikasi ini . Aplikasi ini terbilang baru sehingga pasti akan ada perbaikan perbaikan selanjutnya yang pastinya akan menambah kenyamanan anda dalam menggunakan aplikasi ini . 

Link : Aksara Jawa

3. Hanacaraka




Pengembang : Balai Tekkomdik Dinas Dikpora DIY
Ukuran          : 14 MB
Diperbarui     : 2 Februari 2015
Versi              : 2.0.2

Dalam upaya mendukung pelestarian aset budaya bangsa yakni Aksara Jawa , Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Balai Tekkomdik ) Dinas Dikpora DIY telah mengembangkan aplikasi Hanacaraka Berbasis Mobile.

Aplikasi ini memiliki grafis yang sangat menarik , dengan konten yang cukup lengkap , diantaranya Sejarah aksara Jawa , Pentingnya Aksara Jawa , Filosofi Aksara Jawa , dan Belajar Aksara Jawa Asli dan Sandangannya , baik penulisan maupun pengucapannya . Dengan aplikasi ini , user akan di ajak untuk menyelami lebih dalam dan menyenangkan mengenai Pembelajaran Aksara Jawa.

Review :

Aplikasi ini merupakan aplikasi yang sangat unik menurut saya , karena apa pembelajaran nya sangat lengkap tentang seluk beluk aksara jawa . mulai dari sejarah , pentingnya filosofi , mengenal huruf aksara jawa tulisan dan pengucapan sangat lengkap sekali . Selain itu pembelajaran ini dikemas dengan menggunakan grafis yang sangat apik , dan di kemas dalam bentuk games games maupun mini games yang sangat cocok untuk pembelajaran ke pada anak anak zaman sekarang . 

Link : Hanacaraka


4. Sinau Aksara Jawa 



Pengembang   : Labs Mobile IS
Ukuran           :  2,6 MB
Diperbarui      : 25 Agustus 2013
Versi               : 1.0

Sinau (belajar) Aksara Jawa adalah aplikasi untuk mengenalkan aksara Jawa yang selama ini terlupakan. Beberapa fitur yang ada di dalam nya yaitu : Pengenalan aksara , menulis aksara , konversi (mengubah) aksara , kuis dan lihat nilai .

Review :
Aplikasi ini merupkan aplikasi yang cukup menarik juga . selain terdapat pembelajaran aksara jawa yang lengkap . Aplikasi ini juga di lengkapi kuis yang dapat memacu kita apakah masih mengingat apa yang di pelajari sebelumnya . Selain itu kita juga dapat mengetahui skor kita , sehingga kita dapat mengetahui perkembangan dari pembelajaran kita.



Dan masih banyak aplikasi lainnya yang dapat kita kunjungi dan dapat kita coba pada :

Monday, 13 November 2017

Geguritan (Dalam Bahasa Jawa)

GEGURITAN (DALAM BAHASA JAWA)

Geguritan (Dalam Bahasa Jawa)

A. Pengertian Geguritan

Geguritan yaiku salah sijining karya sastra jawa ingkang kawujud saking rasa ing ati kang diungkapaken kaliyan penyair ngagem bahasa ingkang gadah irama , rima , mitra , bait lan penyusan lirik kang gadah arti utawa makna wonten ing lirik geguritan.

Geguritan uga kawujud saking ungkapan perasaan lan pikiran penyair . Geguritan ing bahasa Indonesia uga kasebut puisi.

B. Ciri - ciri geguritan

Ciri - ciri wonten ing geguritan yaiku :
  1. duweni patokan utawa aturan geguritan kayata duweni guru lagu , guru wilangan , lan guru gatra
  2. duweni makna utawa arti ana ing lirik lirik e
  3. duweni bahasa ingkang endah lan mentes
  4. Ing teks geguritan ono jeneng pengarang / pangriptane posisi ne ning ngarep tembang geguritan

C. Unsur - unsur intrinsik 

Geguritan uga duweni unsur unsur intrinsik kaya puisi lan karya sastra liyane , unsur unsur intrinsik ana ing geguritan inggih punika :
  1. Tema
  2. Bahasa kang endah
  3. Judul Geguritan
  4. Diksi
  5. Citra
  6. Purwakanthi
  7. Amanat kang ono ing jero ne geguritan

D. Jenis - jenising Geguritan

Geguritan miturut kegunaane ono 3 macem , jenis jenise inggih punika :
  1. Jenis Geguritan Ingkang gambarake kondisi utawa peristiwa (deskriptif)
  2. Jenis Geguritan Ingkang nyeritakake kondisi utawa pengalaman (naratif)
  3. Jenis Geguritan Ingkang pasemon utawa duweni isi kritikan utawa sindiran

E. Syarat syarat maca Geguritan

Wong moco geguritan ugo duweni syarat syarat , lan ora sembarangan ingkang moco geguritan . Syarat syarate yaiku :
  1. Wirama -->  Cendek duwure nada utawa keras lemahe swara.
  2. Wirasa --> Perasaan utawa penghayatan ketika moco geguritan
  3. Wiraga --> Polah utawa gerake ketika moco geguritan
  4. Wicara --> lancar orak e moco geguritan

Wednesday, 8 November 2017

Lirik dan Makna lagu Indonesia Pusaka

Indonesia

Lirik dan Makna lagu Indonesia Pusaka


(1)Indonesia tanah air beta
pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
tetap di puja puja bangsa
Di sana tempat lahir beta
dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
tempat akhir menutup mata

(2) Sungguh indah tanah air beta
tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa
bagi bangsa yang memujanya
Indonesia ibu pertiwi
kau kupuja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
kepadamu rela kuberi

Begitulah contoh syair dari indonesia pusaka , nahh dari lirik tersebut terselip makna yang sangat dalam , yaitu :

Makna atau arti Lagu Indonesia Pusaka Bait Pertama:


Makna dari lagu indonesia pusaka ciptaan ismail marzuki adalah pada bait pertama Ismail Marzuki memberi tahu bahwa indonesia merupakan senjata yang selalu hidup didunia, Maksudnya indonesia merupakan negara yang kuat dan akan terus jaya untuk selamanya. Tidak hanya waktu masa perjuangan melawan penjajahan namun hingga kemerdekaan dan hingga sekarang dan masa depan.

Makna atau arti Lagu Indonesia Pusaka Bait Kedua:


Pada bait selanjutnya bermaknakan bahwa dari dulu sampai saat ini indonesia merupakan negara yang selalu di puja dan diagungkan oleh bangsa indonesia, sebagai pijakan akan kelahiran semangat kemerdekaan. bait ini menceritakan bahwa diindonesia lah kita lahir dan berkembang, bahkan sampai akhir hayat pun kita akan tetap berada di negara yang tercinta ini negara indonesia.


Makna atau arti Lagu Indonesia Pusaka Bait Ketiga:


Pada lagu Indonesia Pusaka Karya Ismail Marzuki  bait ini bermaknakan bahwa negara indonesia merupakan negara yang indah,banyak ditumbuhi pepohonan dan juga dikelilingi oleh lautan luas sehingga tidak ada satupun negara yang dapat menandingi negara indonesia. Betapa Indahnya alam Indonesia dari wilayah lain yang selalu subur dan kaya akan anekaragam hewani dan hayati.


Makna atau arti Lagu Indonesia Pusaka Bait Terakhir:


Lagu ini mengartikan tuhan sengaja menciptakan negara indonesia yang sangat indah dan sempurna untuk para bangsa indonesia yang selalu taat kepada tuhan yang maha esa. Karena Indonesia merupakan beraneka ragam suku bangsa dan Budaya, suku bangsa dan bahasa.



Sunday, 5 November 2017

Contoh Teks Hortatory Eksposition

Contoh Teks Hortatory Eksposition

Children and Using Computer


Contoh Teks Hortatory Eksposition




Computer and internet are useful as well as powerful. To protect children, information on the safe usage of computer and Internet should be owned by each family.


Computer connected to internet is powerful way to socialize with others. It can not only be good but also bad t. Recently we hear a lot of children get the advantage of social networking sites but we often see the news about the disadvantage of it for children.



The role of parent in assisting and directing children in using computer is very necessary. Installation of software monitor such as key logger which has function to watch and note all activities relating to keyboard usage is helpful but not enough to protect children from potential harms. Children tend to hide what they have done in front of the computer to their parent. They see that all of they have done are their privacy and no one may know.



We can not prevent children from using computer because it is multifunctional. However, many parents worry about what their kids do in front of the computer; whether they are doing homework or even just playing games. Or spending all time to surf internet which is the materials do not fit with his age. There is a tendency, especially teenagers, want to become acquainted with many strangers out side.


The lack parental supervision of children’s activities is likely to pose a potential danger to them. So parental monitor against the use of computers should be done from time to time. Below is what parent can do:

Setting reasonable rules for computer use by your children, Getting to know the ISP which children use ,Considering purchasing certain filtering software

Thursday, 2 November 2017

Contoh Cerpen (Cerita Pendek)

CONTOH CERPEN (CERITA PENDEK)

Haii Bertemu lagi dengan admin ... bagaimana kabar semua sehat ??? hahaha pastinya dong admin doakan juga para pembaca blog ini di beri kesehatan dan kelancaran rezeki .. Aamiin . Loh kok malah tiba tiba jadi kajian ? gapapa lah ya sekali kali ... hehe .

Nah kali ini mimin akan membahas tentang cerpen , yups cerita pendek . Memang cerita yang satu ini banyak di sukai oleh semua golongan baik tua maupun muda . Ya karena sifat dari cerita ini yg ringkas , mudah dinikmati , dan tidak membikin jenuh karena pendek .

Ehmm .. oke kali ini mimin akan memberikan kalian contoh salah satu cerpen yang pernah mimin baca di internet yaitu judulnya botol .

Haaa ???
Botol ?
kok botol sih ?
Penasaran ???

Langsung saja kita baca ceritanya berikut ini :

Botol

Botol
Hamparan permadani biru tak terlihat sebagaimana mestinya. Pagi, sinar yang menembusnya malu-malu bersandar pada hari yang akan sama seperti belakangan ini. Yang semakin tak ubahnya ia membungkus bumi kota ini. Anginnya yang menusuk tulang, merengkuh. Detik yang sama menyokong tubuh seorang gadis cilik dan terduduk di bangku sekolah menengah pertama.
“Hai pemulung, hebat sekali kau masih bisa sekolah, darimana kamu dapat uang, merampok ya?” tertawa sebagian teman-temannya.

Air matanya seakan tak bisa kompromi untuk keluar dari pusat mengalir menuju titik terbawah. Ingin sekali ia membalasnya dengan sebuah tinjuan keras bak pendekar menekuk semua musuh-musuhnya. Hati yang sabar membasuh kemarahan dan kekesalan dalam diri. Ia menjawab dengan tegas dan hati-hati.
“Aku memang orang miskin, tidak punya apa-apa, tapi ingat, suatu saat nanti aku akan membuktikan kalau aku bisa sukses dengan uang hasil kerja kerasku selama ini, sedangkan kalian, apa tidak malu masih saja mengandalkan orangtua!”
“Wah, nyalimu besar juga berani berkata begitu. Baiklah, aku akan melihat sejauh mana kesanggupan dari orang pinggiran. Kalau kau tidak berhasil, bersiaplah dengan serbuan kata-kata pahit akan menghujani dirimu.”

“Sebentar lagi minumannya habis.” gadis berkaus lusuh itu membatin. Matanya tak sedikitpun berpaling dari pemuda berjaket denim yang memegang botol Aqua. Isinya tinggal separuh. Gadis itu menggosok-gosokkan kedua kakinya yang sedari tadi menginjak tanah basah alun-alun kota Yogyakarta. Sandal bukanlah hal yang ia pikirkan. Hanya dingin, namun itu sudah biasa pula baginya. Pikiran itu hanya hinggap sejenak sebelum musnah dari benaknya.
Sebenarnya ia ingin segera pulang, tapi tanggung. Karungnya tidak penuh malam ini, padahal karung penuh saja cuma dihargai tiga ribu rupiah. Mau tak mau ia harus mendapatkan botol bekas itu, meskipun hanya satu. Seandainya saat itu malam Minggu, ia bisa mengumpulkan tiga kali lipat lebih banyak. Sayang malam Minggu hanya ada tujuh hari sekali. Gadis itu menghela napas, ekor matanya kembali mencuri pandang.

Isinya tinggal setengah.
Si gadis menguap. Kantuk sedari tadi menderanya. Ia mati-matian membelalakkan mata. Ia tak tahu sekarang jam berapa, mungkin lebih malam dari yang disangkanya. Jam 11? Jam 12? Ah, mana kenal ia dengan waktu. Satu-satunya penunjuk waktu di rumahnya adalah arloji murahan kesayangan bosnya, hasil nemu bulan lalu, yang selalu ia bawa kemana-mana. Jangan harap ia bisa meminjam benda tersebut, kecuali kalau memang ingin diludahi oleh bosnya.
Kalau ia tidur, meskipun cuma tidur-tidur sebentar, ia takut hasil pulungannya diambil orang. Di dunia yang penuh kecurangan ini, pemulung pun harus menyesuaikan diri. Ikut-ikutan curang. Adu mulut dengan pemulung lain sudah menjadi santapan sehari-harinya. Kadang malah dia yang mengambil hasil pulungan orang lain.

Kosongnya jalanan membuat ia sadar kalau saat itu memang sudah larut malam.
Ya, dua anak manusia duduk di pinggir alun-alun Yogyakarta yang merupakan pusat kota ini. Dua-duanya tampak sibuk dengan pikiran masing-masing, meskipun menyadari kehadiran satu sama lain. Dua-duanya tampak tak ingin beranjak dari tempat itu. Dua-duanya saling menunggu.
Detik demi detik, menit demi menit habis dalam lamunan semata. Sampai akhirnya si pemuda menyerah. Ia melemparkan botol plastik yang masih terisi setengah itu, lalu berbaring beralaskan lantai dingin, berselimut langit hitam.

Gadis itu, dengan senyum lega dan gembira di wajah, memanggul karung di sampingnya, kemudian berlari mengambil botol bekas yang dilemparkan si pemuda. Ia melangkah pulang, meninggalkan pemuda berjaket denim yang diam-diam mengawasi punggungnya di bawah sinar bulan.
Pemuda itu, bernama Rangga. Usianya baru enam belas tahun dan terlahir sebagai anak tunggal dari keluarga yang sangat berada. Ia bosan dengan kehidupannya dari pagi hingga malam, dari tertidur hingga terbangun kembali, tak ada yang menarik baginya. Kehidupannya hanya itu dan itu saja, terlalu monoton.
Ia lupa. Ia lupa kalau tugas di sekolah untuk mewawancarai seseorang yang dianggap pahlawan, belum dikerjakannya. “Mana tugas dikumpul besok lagi.” desahnya, ia benar-benar lupa. Entah mendapat panggilan darimana, ia memutuskan untuk keluar rumah. Motor vixionnya ia pacukan dengan kecepatan sedang. Ia sangat menikmati malam ini, dingin, aroma tanah bekas hujan masih tercium baunya, amat segar.
Saat melewati Alun-Alun Kota Jogja, ia memutuskan untuk membeli semangkuk bakso. Setelah makan, ia duduk di pinggiran alun-alun. Alun-Alun sudah sepi, mungkin karena hari itu hari Rabu, bukan malam Minggu atau Minggu. Ia hanya mendapati beberapa penjual bakso di sana, itu pun sudah beres-beres.

Ia melamun. Ia melamun, siapakah yang akan ia wawancarai malam-malam begini, sendirian.
Tidak benar-benar sendirian.
Ia mendapati seorang gadis berbaju lusuh duduk agak jauh darinya. Di samping gadis itu tergeletak sebuah karung tipis berisi gelas bekas. Pasti pemulung.
Apa rasanya jadi pemulung? Tiba-tiba pertanyaan itu melintas di benak Rangga. Kenapa gadis itu belum pulang? Apa saja yang dikerjakannya seharian? Siapa orangtuanya? Apa pekerjaan mereka? Diam-diam ia memandangi gadis itu. Dilihatnya gadis itu menguap. Kenapa ia belum pulang ke rumah?

Rangga berdecak, melemparkan gelas minumannya sembarangan, lalu berbaring sambil melihat bintang-bintang. Dari sudut mata ia melihat gadis pemulung itu berlari mengejar botol bekasnya, lalu memasukkannya ke karung yang dipanggulnya. Rangga mengernyit, berfikir. Ternyata, bocah itu menunggunya! Kenapa ia tidak bilang kalau mau memulung gelas itu? Kan ia bisa memberikannya dari tadi.

Gadis aneh, pikirnya dalam hati seraya memandangi kepergian anak itu. Begitu berartikah sebuah botol bekas? Sebuah saja tidak akan ada harganya, kan?
Pemuda itu mengendikkan bahu, tak ada salahnya ia memanggil gadis tersebut.

“Adik!”

Terdengar suara. Pemulung cilik itu mendongak. Pemuda itu memanggilnya. Dengan heran ia mendekat. Pemuda itu memberikan sedotan dan sebotol Aqua. Masih penuh.
“Minumlah, kamu pasti haus. Botolnya untuk kamu.”
“Tidak usah, Mas…” ia menolak, enggan.
“Ayolah, kakak ikhlas kok.”
Ragu-ragu, Nilam mengambilnya.
“Makasih, Mas.”
“Sudah malam Dik, kok belum balik ke rumah?”
“Belum Mas, masih mau nyari botol.”
Pemuda itu manggut-manggut.
“Nama kamu siapa? Nama kakak Rangga.”
“Nilam.”
Setelah itu mengalirlah percakapan antara keduanya.
“Kamu kok bisa memulung, apa motivasi kamu?” tanya pemuda itu penasaran.
“Untuk hidup dan sekolah, mas.”
“Kok kamu milih mulung, enggak yang lain aja?”
“Karena, pemulung itu,” ia mengambil nafas, mengeluarkannya, “sesuatu pekerjaan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.”
“Kamu nggak malu sama temen kamu?”
Gadis itu berusaha tersenyum, “Kenapa harus malu Mas? Itu pekerjaan halal kok, mulia.” sembari meminum air aqua dari pemuda ia melanjutkan, “Pemulung sangat berjasa bagi semua orang. Pemulung mampu mengorbankan waktu dan tenaganya hanya untuk memungut sampah, botol-botol yang sudah tidak dianggap lagi oleh siempunya. Padahal, jika plastik-plastik dibiarkan begitu saja bisa mengakibatkan polusi dan kerugian yang sangat besar.” ia tersenyum, puas menceritakan pekerjaannya kepada pemuda di depannya. “Yaah, walaupun hasilnya sangat tidak seberapa.” ia menambahkan.
Rangga berfikir, gadis ini terlalu pintar utnuk dikatakan sebagai pemulung.
“Nah, kan tadi kamu bilang kalau pemulung itu berjasa buat orang lain. Lalu siapa orang yang paling berjasa dalam hidup Adik ini? Mungkin orangtua atau keluarga Adik gitu?” desakku.
Ia, pemulung yang aku ‘wawancarai’ ini, sempat memandangku lama.
“Aku ndak punya keluarga, Mas. Ditemuin orang sini aja. Dirawat giliran, terus diajarin mulung gini.” celetuknya.
“Nggak cuma aku, lihat tuh mereka,” dia menunjuk beberapa awak menggendong karung di Jalan Trikora, “Nasibnya yo podo wae sama aku. Dari kecil diajarin mulung, terus setor. Setoran kurang, ya ndak makan. Nek tanya siapa yang berjasa buat aku yo… sopo. Hidup ya cuma cari sampah. Enaknya dimana hehehe.”
Aku terdiam. Hening. Dia kembali melihat botol yang ada di dalam karung. Dia memandangi botol aqua yang aku lempar tadi. Sembari menatap langit tampak menerawang, “Mungkin, nek buatku, yang paling berjasa ya kalian yang buang sampah. Apalagi botolan.” celetuknya.
Aku nggak salah dengar?
“Kenapa Dik?” tanyaku, mulai penasaran.
“Nek ndak ada yang buang sampah, aku ndak dapat setoran. Nek ndak dapat setoran ya ndak makan. Ndak makan ya mati hehe. Jadi makasih lho Mas, aku jadi bisa makan buat bertahan.”